PERLAHAN
dalam urai yang terbekas sekat kesan
yang terbelah oleh angin
terbebas oleh angan yang bersarang
ingin ku gerakan sebuah uraian
suatu saat akan terbuka lembaran tatanan
memberikan sebuah hasil bisa berguna
tak ingin berdusta akan kata
seakan mengumbar senyum tawanan
gerakku seaakan dibuntuti
yang tak bisa ku tebak akan kah
itu suatu kebetulan semata
mungkin ini gerak hati
yang tak bisa kau rasa akan hadir
sebagai rupa berpikir untuk lari
akan penyebab keegoisan diri
igin ku nampak kepermukaan yang nyata
seberkas harapan memberikan
sedikit harapan
namun ku tak bisa kejadian
memerikan pandangan
dalam urai yang terbekas sekat kesan
yang terbelah oleh angin
terbebas oleh angan yang bersarang
ingin ku gerakan sebuah uraian
suatu saat akan terbuka lembaran tatanan
memberikan sebuah hasil bisa berguna
tak ingin berdusta akan kata
seakan mengumbar senyum tawanan
gerakku seaakan dibuntuti
yang tak bisa ku tebak akan kah
itu suatu kebetulan semata
mungkin ini gerak hati
yang tak bisa kau rasa akan hadir
sebagai rupa berpikir untuk lari
akan penyebab keegoisan diri
igin ku nampak kepermukaan yang nyata
seberkas harapan memberikan
sedikit harapan
namun ku tak bisa kejadian
memerikan pandangan
MENAPAKI
ketika waktu berjalan dengan seakan lambat
mencoba untuk menelusuri jalan buntu itu
selepas ashar memeberi arti
bahwa akan tiba waktu kutunggu
hingga saat ini masih ku berharap ini sebagai
perputaran sebuah arus air
meski mengikuti anomali gerak laju
harus ku akui
hingga harus bersujud
adalah hal yang bisa aku uturakan
suatu bentuk ungkapan sebagai tanda
baktiku padaNya
atas semua kehendaknya
hingga ku tak kuasa untuk
bertindak sebagai bukti
bahwa aku sungguh kecewa akan
semua tindak terjal asa
aku tak bisa mengelak akan putusan
sebagai ungkapan rasa kecewaku
cuma satu kalimat untuk buah pikirku
barangkali ini disebut perputaran jenjang liku


Komentar
Posting Komentar