Langsung ke konten utama

Melepaskan ingatan

16/11/2018




Jalan ini lama ku ingat
Dimana kuberjalan
Menempuh jarak 
Begitu jauh

Bagiku itu tak seberapa
Dibandingkan harus menempuh
Bermil-mil menuju tempatmu
Jika harus 

Sanggup ku menempuhnya
Hanya demi 
Memberimu janji
Namun bilamana
Tak bisa kau tepati

Kecewa pasti ada
Kau hanya insan biasa
Tak bisa ku jelaskan 
Dan tak bisa juga 

Menahanmu disini
Kehendakmu bukan 
Pilihan hati
Yang tak sanggup 
Kau terima

Bisa kurasakan itu
Ya ..hanya itu 
Hanya itu kamu yang
Tahu

Hujan sudah datang
Dibulan ini
Harapku dipersimpangan jalan
Hanya pintaku

Bilamana sudah lupa
Tetap saja ku doakan
Terbaik untuk mu
Dan Ia


Yang lebih baik dibandingkan
Dari segi tahta 
Aku terima
Itu

Tak butuh syarat
Hanya satu salam
Saja cepat lupakan aku
Dari pikiran halusinasi ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANOMALI GERAK LAJU

PERLAHAN  dalam urai yang terbekas sekat kesan yang terbelah oleh angin terbebas oleh angan yang bersarang ingin ku gerakan sebuah uraian suatu saat akan terbuka lembaran tatanan memberikan sebuah hasil bisa berguna tak ingin berdusta akan kata seakan mengumbar senyum tawanan gerakku seaakan dibuntuti  yang tak bisa ku tebak akan kah itu suatu kebetulan semata mungkin ini gerak hati yang tak bisa kau rasa akan hadir sebagai rupa berpikir untuk lari akan penyebab keegoisan diri igin ku nampak kepermukaan yang nyata seberkas harapan memberikan sedikit harapan  namun ku tak bisa kejadian memerikan pandangan MENAPAKI  ketika waktu berjalan dengan seakan lambat mencoba untuk menelusuri jalan buntu itu selepas ashar memeberi arti  bahwa akan tiba waktu kutunggu hingga saat ini masih ku berharap ini sebagai  perputaran sebuah arus air  meski mengikuti anomali gerak laju harus ku akui  hingga harus ...

penghuni yang tersesat

tak bisa berjalan diantara beriringan  berdiri di gelap gulita kehidupan apakah ini suatu kesulitan atau sebuah dugaan  aku tak bisa menerka yang bukan -bukan sesungguhnya jika kita memahami akan mengerti apa dan dengan siapa kita hidup bersama menghabiskan sisa  umur yang tak pasti untuk ditebak mengiringi waktu yang selalu menanti berhenti hanya iman dan taqwa yang teguh sebagai penerang setiap terowongan ingin menjumpai tiap arus yang selalu tertumpu pada pencahayaan tak lekang hanya tuhan yang ku punya hanya satu tujuanku yaitu kerhidoan  menjalani tiap detik waktu ini